MELUPAKAN MASA LALU?

            Seringkali kita mendengar untuk melupakan masa lalu.Kata-kata ini hanya berlaku sehubungan dengan sesuatu yang kurang menyenangkan di masa lalu.Anjuran tidak berlaku apabila sesuatu di masa lalu adalah kejadian yang membahagiakan. Perbedaannya pada kondisi, pada kondisi yang pertama dianjurkan untuk melupakan, sedangkan pada kondisi yang kedua justru tidak ada tindakan apapun. Persamaannya, keduanya adalah satu atau peristiwa yang melewati masa hidup seseorang. Lalu mengapa sampai ada anjuran untuk melupakan?

            Contoh ilustrasi suatu situasi untuk melupakan masa lalu.

Suatu ketika anda melewati sebuah gang yang belum pernah anda lalui.Ada 2 kemungkinan kejadian :

  1. Anda bisa melewati gang tersebut tanpa tersesat.
  2. Anda tersesat/kesulitan untuk melewati jalur di gang tersebut.

Jika pada kemungkinan pertama, anda tidak akan melakukan aksi apapun setelahnya. Pada kemungkinan kedua, anda dianjurkan untuk melupakan kejadian tersebut.Artinya, di sini anda akan mengambil tindakan untuk tidak melupakan kesalahan yang sama sehingga membuat anda tersesat. Dua kondisi kemungkinan yang akan anda alami :

  1. Anda tidak melewati gang itu atau menjauhi segala sesuatu yang anda kenal kurang baik.
  2. Anda berada dalam pikiran ekstra ketakutan dan ekstra hati-hati apabila suatu saat nanti melewati suatu situasi yang serupa. Besar kemungkinan anda tidak akan pernah berani melakukannya karena adanya ketakutan terulangnya kesalahan yang sama.

          Otak manusia memiliki fungsi merespon setiap peristiw,setiap saat,menyimpannya dan kemudian mengingat. Ketiga fungsi otak ini bisa dikendalikan secara sadar,akan tetapi bisa pula bekerja tanpa disadari oleh pemiliknya. Seperti fungsi otak untuk memuat data,tidak hanya bisa dilakukan secara sadar, akan tetapi bisa dilakukan tanpa sadar. Ini bukanlah suatu kesalahan morfologi, akan tetapi seperti demikianlah fungsi dan kerja otak manusia yang normal.

          Melupakan ingatan di masa lalu berarti melakukan aksi untuk memblok fungsi otak yang tanpa sadar untuk memuatkan data. Menurut Ishani Ganguli (2007), tindakan ini dianggap sia-sia, karena saraf otak tersusun atas sel yang sangat halus dan bukan tergolong sebagai saraf motorik. Itu sama saja dengan anda memiliki tangan tapi dipaksakan untuk tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Hingga sejauh ini, metode medis untuk memblokir fungsi otak untuk memuat data tanpa sadar dilakukan dengan obat-obatan psikotropika seperti narkotika, mariyuana,ganja,ekstasi dan hingga alkohol.

Obat-obatan tersebut diyakini secara medis dapat menghentikan (sementara) efek traumatis akibat tindakan paksa untuk menghentikan fungsi pemuatan data (memori) otak secara paksa. Sekalipun demikian, tanpa diikuti terapi psikis  yang tepat  metode pengobatan seperti ini akan sia-sia. Jadi, penanganan harus holistik.

          Otak manusia bukanlah seperti media penyimpan yang dapat dihilangkan (delete). Otak manusia dana aktifitas yang terdapat di dalamnya berinteraksi dengan keseluruhan organ tubuh termasuk dengan perasaan.  Anjuran / nasehat untuk melupakan masa lalu untuk menjadi lebih baik di masa depan bukanlah anjuran yang keliru, akan tetapi perlu kiranya untuk dimaknai lebih mendalam. Permasalahannya, siapapun yang mengalaminya umumnya lebih terfokus pada kondisi untuk berupaya melupakan secara emosional. Lebih tepatnya,sebagian besar yang mengalami situasi seperti ini lebih merasakan keinginan untuk melupakan tanpa  diikuti kemauan pembelajaran. Ini adalah reaksi yang sangat alami, karena pada kondisi tersebut faktor emosi akan jauh lebih dominan.

Sigmund Freud menjelaskan tidak ada alasan untuk melawan memori, karena hal itu sama saja akan semakin mempercepat proses traumatis pada diri seseorang. Ini berarti, segala bentuk pikiran dan tindakan untuk menghindar dari masa lalu sama saja dengan upaya untuk melawan diri sendiri. Freud justru lebih menganjurkan untuk memanfaatkan fungsi tubuh yang dikombinasikan dengan unsur kejiwaan sebagai solusi alternatif.
Fungsi otak adalah untuk berpikir,termasuk didalamnya berpikir untuk memecahkan masalah. Ini berarti daripada bersusah payah melupakan masa lalu, lebih baik melakukan evaluasi dan introspeksi terhadap diri sendiri. Para pakar setuju apabila tidak dianjurka bagi individu untuk melakukan aksi memblokir fungsi otak untuk alasan apapun (Regina Pally,1995).

Dari fakta sains dan anjuran pakar, langkah awal berkaitan dengan masalah di masa lalu adalah menenangkan pikiran terlebih dahulu. Untuk ini seseorang harus belajar untuk bisa melepaskan ego terlebih dahulu. Bukan salah anda bila sampai tersesat ketika melewati gang baru saja anda lewati. Bukan pula salah si pembuat gang apabila mereka membuatkannya untuk semua orang. Anda tidak bisa memahami dengan baik apa yang baru saja terjadi,apabila anda enggan untuk peduli mengapa anda melakukannya dan bagaimana anda melakukannya.
Pada tahap melepaskan ego, barulah tahap awal dari apa yang nantinya disebut pembelajaran diri dan pendewasaan diri sendiri. Seseorang dianggap dewasa,salah satunya bila mampu menyelaraskan antara pikiran dan perasaannya.
Pada akhirnya,semua kembali kepada sikap dari masing-masing individu untuk menindaklanjuti.Kita semua menghargai apa yang disebut dengan proses,maka juga harus ada progress (kemajuan). Kita harus pahami pula jika masa lalu tidak akan pernah bisa hilang dari ingatan,karena masa lalu selalu punya cara untuk menyelinap ke dalam pikiran kita. Baik/buruk itu semua adalah hasil perbuatan yang sudah diatur oleh Sang Pencipta dan kita patut mensyukurinya. Mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa juga menjadi bagian penting dari proses.
Kualitas individu bukan dilihat dari hasil perbuatannya, akan tetapi dilihat dari “cara individu tersebut dalam menyelesaikannya di akhir sehingga menjadi sesuatu yang baru dan lebih baik di masa mendatang.


About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *