MANFAAT VEGETARIAN

Disfungsi endotel adalah tahap pertama aterosklerosis yang dihasilkan dari faktor risiko, seperti peningkatan LDL, hipertensi, diabetes melitus, merokok. Kemungkinan dengan membatasi injuri endotel pada tahap awal dapat membuktikan efektifitas terapi di masa yang akan datang, dan memulihkan tonus vasomotor. (Clark L.T., 2002). Individu yang menjalani diet vegetarian rendah lemak memiliki elastisitas pembuluh darah yang lebih besar. Vogel dkk melaporkan terjadinya penurunan flow-mediated vasoactivity ± 50%. (Hansson G K, 2005) Pada uji coba secara acak menunjukkan bahwa vegetarian dan diet vegan rendah lemak memperbaiki kontrol glikemik, konsentrasi lipid darah dan berat badan daripada dengan diet konvensional. Studi sebelumnya menunjukkan adanya perbaikan sensitivitas insulin yang besar. (Neal DB et al, 2009). Vegetarianisme semakin meningkat sebagai pilihan gaya hidup. Diperkirakan terdapat >5% orang dewasa di Inggris, sekitar 2,5% orang dewasa di Amerika, 4% orang dewasa di Kanada, 5% orang dewasa di Jerman, dan 3% orang dewasa di Belanda sebagai vegetarian, dan lebih banyak pada wanita remaja. Kecenderungan peningkatan melaksanakan diet vegetarian disebabkan karena alasan kesehatan. (Benzie et al, 2009).

Intervensi diet vegetarian sebagai kemopreventif mencegah perkembangan karsinogenesis melalui induksi apoptosis.( Martin K.R., 2006) Diet vegetarian mengandung antioksidan yang mampu menurunkan perubahan oksidatif pada protein, lemak dan DNA, mengandung kalium lebih tinggi, keseimbangan kalsium lebih baik daripada daging, mengandung fitokimia bioaktif yang berefek antiinflamasi, antikarsinogenik, imunomodulator, menurunkan lemak, dan berefek pada endokrin yang menguntungkan kesehatan dalam jangka panjang. Keuntungan vegetarianisme yang lain adalah kadar natrium, lemak jenuh, lemak total dan asupan kalori total lebih rendah. Vegetarianisme dapat menghindari carcinogenic heterocyclic amines pada daging bakar. Ada 4 aspek efek vegetarianisme jangka panjang terhadap kesehatan: nutrisi, keseimbangan antioksidan, fungsi fisiologis, dan perubahan patologi. (Benzie et al, 2009)

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *